SDN 2 Kertajaya merupakan sekolah inti dari 17 sekolah lainnya yang berada di Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran. Secara geografis sekolah tersebut terletak + 10 Km dari pusat pemerintah Kecamatan Cigugur dan + 35 Km dari Pusat Dinas Pendidikan Kabupaten Pangandaran tepatnya berada dipinggir jalan Pagerbumi No.186 Kelurahan Sempurjajar Desa Kertajaya Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran. Sejak berdiri tahun 1965 sekolah ini merupakan kebanggaan masyarakat bukan saja di sekitar Dusun Sempurjajajr, namun banyak masyarakat di Desa Kertajaya yang menyekolahkan putera-putrinya ke SDN 2 Kertajaya yang dulu dikenal dengan nama sekolah impres.

SDN 2 Kertajaya berupaya menyelaraskan diri dengan tuntutan dan keadaan perkembangan pendidikan di Kabupaten Pangandaran, walaupun eksistensinya belum dapat mencapai keberhasilan pendidikan yang optimal disebabkan karena terbatasnya daya dukung kompetensi profesional SDM, juga sarana dan prasarana sehingga budaya belajar yang berpola ”active learning” sepenuhnya belum terwujud secara optimal, walaupun demikian, pembelajaran yang sesuai dengan tuntunan keberlangsungan hidup peserta didik yang akan datang selalu dilaksanakan secara efektif. 

Sebagaimana layaknya sekolah lain, SDN 2 Kertajaya pun menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran berbasisi Kurikulum 2013 Dengan Tambahan Dasar Kurikulum Merdeka Dengan Opsi Mandiri Belajar dan kurikulum muatan lokal. Kurikulum 2013 Dengan Tambahan Dasar Kurikulum Merdeka Dengan Opsi Mandiri Belajar yang digunakan untuk keseluruhan jenjang kelas, yakni kelas 1 sampai dengan kelas 6 dengan pendekatan pembelajaran tematik terpadu dan juga pendekatan mata pelajaran untuk beberapa mata pelajaran. Kini SDN 2 Kertajaya sedang berbenah menata diri untuk meningkatkan prestasi akademik dan non akademik dari sekolah lainnya.

Bukan hanya pendidikan didalam kelas, tetapi SDN 2 Kertajaya juga melaksanakan pendidikan diluar kelas dalam rangka mewujudkan peserta didik yang aktif, kretif dan inovatif berupa ekstrakurikuler. Waktu pelaksanaan ekstrakurikuler masih menyesuaikan dengan keadaan, karena beberapa faktor yang tidak bisa dijelaskan sehingga masyarakat sangat tidak mendukung sekolah sampai sore (FDS), maka pelaksanaannya masih mengisi waktu istirahat, atau diberikan waktu satu hari full (seperti pramuka khusus pada hari sabtu) dalam pelaksanaannya.